Esf Report Heading
JOKOWI ADALAH GENERASI BARU PEMIMPIN INDONESIA

Pusat perhatian puluhan juta, bahkan lebih dari seratus juta rakyat Indonesia tersita oleh acara Deklarasi Pemilu Damai yang diadakan Komisi Pemilihan Umum dan disiarkan langsung beberapa stasiun televisi kemarin malam (Selasa, 3/6/2014). Salah satu bahan perbincangan publik yang ramai, terutama di berbagai media sosial, adalah penampilan berbeda Calon Presiden Joko Widodo.

Untuk memahami latar belakang penampilan berbeda Capres yang diusung PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura dan PKP Indonesia itu jaringan Jawa Pos, Media Indonesia bersama beberapa media lain mewawancarai Eep Saefulloh Fatah, mewakili Jenggala Center yang merupakan salah satu posko pemenangan Capres Joko Widodo dan Cawapres Jusuf Kalla.

Berikut adalah transkrip wawancara tersebut.


 
Indonesia Mencari Wapres

Oleh Eep Saefulloh Fatah

Setiap zaman punya kecemasannya sendiri. Setiap kecemasan punya zamannya sendiri. Begitulah, di masa Orde Baru banyak orang cemas bahwa  Presiden (Wapres) hanya sekadar ban serep. Hari-hari ini, sebagian orang mencemaskan kemungkinkan hadirnya Wapres yang tak sekedar ban serep. Tiba-tiba, Wapres yang berfungsi optimal m [ ... ]


 
BERITA
Pilkada DKI 2017: Kandidat Bertambah, Manuver Meningkat
14 Maret 2016 - Persaingan menuju pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 makin memanas. Jumlah orang yang bertekad maju dalam persaingan itu terus bertambah, sementara nama-nama yang sudah beredar meningkatkan aktivitasnya.
 
Pilkada DKI 2017: Dua Skenario Pilkada DKI 2017
14 Maret 2016 - Hingga Senin (14/3/2016) ini, polemik tentang jalur perseorangan dan partai politik dalam pencalonan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta periode 2017-2022 terus berkembang.
 
JAJAK PENDAPAT "KOMPAS": Membenahi Peraturan Pilkada Serentak
14 Maret 2016 - Politik uang dan calon tunggal merupakan persoalan utama yang masuk pembahasan revisi Undang- Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Walaupun sanksi bagi pelaku politik uang sudah diatur, mekanisme penyelesaian dianggap belum cukup. Akibatnya, langkah penindakan pun belum berjalan.
 
 
Advertisement

Follow Us