Esf Report Heading
JOKOWI ADALAH GENERASI BARU PEMIMPIN INDONESIA

Pusat perhatian puluhan juta, bahkan lebih dari seratus juta rakyat Indonesia tersita oleh acara Deklarasi Pemilu Damai yang diadakan Komisi Pemilihan Umum dan disiarkan langsung beberapa stasiun televisi kemarin malam (Selasa, 3/6/2014). Salah satu bahan perbincangan publik yang ramai, terutama di berbagai media sosial, adalah penampilan berbeda Calon Presiden Joko Widodo.

Untuk memahami latar belakang penampilan berbeda Capres yang diusung PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura dan PKP Indonesia itu jaringan Jawa Pos, Media Indonesia bersama beberapa media lain mewawancarai Eep Saefulloh Fatah, mewakili Jenggala Center yang merupakan salah satu posko pemenangan Capres Joko Widodo dan Cawapres Jusuf Kalla.

Berikut adalah transkrip wawancara tersebut.


 
Indonesia Mencari Wapres

Oleh Eep Saefulloh Fatah

Setiap zaman punya kecemasannya sendiri. Setiap kecemasan punya zamannya sendiri. Begitulah, di masa Orde Baru banyak orang cemas bahwa  Presiden (Wapres) hanya sekadar ban serep. Hari-hari ini, sebagian orang mencemaskan kemungkinkan hadirnya Wapres yang tak sekedar ban serep. Tiba-tiba, Wapres yang berfungsi optimal m [ ... ]


 
BERITA
Pilkada, KPU Segera Bahas Jadwal dan Tahapan
27 Februari 2015 - Komisi Pemilihan Umum terus merampungkan 10 peraturan KPU terkait pemilihan kepala daerah serentak, di antaranya berisi tahapan dan jadwal pelaksanaan pilkada. Menurut rencana, awal April, peraturan KPU itu dibawa ke Komisi II DPR guna dibahas.
 
Batalkan Dana Rumah Aspirasi, Optimalkan Kantor Partai di Daerah
27 Februari 2015 - Alokasi anggaran sebesar Rp 150 juta setiap tahun bagi setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk mengelola rumah aspirasi layak dibatalkan karena hanya akan memboroskan uang negara. Pasalnya, saat ini anggota Dewan telah memiliki tunjangan yang cukup besar untuk menyerap aspirasi konstituen di daerah.
 
Kisruh APBD DKI, Kegaduhan Politik Rugikan Masyarakat
27 Februari 2015 - Berbagai program pembangunan dan agenda kemajuan Jakarta terancam setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta terlibat kegaduhan politik lagi dan hal ini pada akhirnya akan merugikan masyarakat.
 
 
Advertisement

Follow Us