Esf Report Heading
JOKOWI ADALAH GENERASI BARU PEMIMPIN INDONESIA

Pusat perhatian puluhan juta, bahkan lebih dari seratus juta rakyat Indonesia tersita oleh acara Deklarasi Pemilu Damai yang diadakan Komisi Pemilihan Umum dan disiarkan langsung beberapa stasiun televisi kemarin malam (Selasa, 3/6/2014). Salah satu bahan perbincangan publik yang ramai, terutama di berbagai media sosial, adalah penampilan berbeda Calon Presiden Joko Widodo.

Untuk memahami latar belakang penampilan berbeda Capres yang diusung PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura dan PKP Indonesia itu jaringan Jawa Pos, Media Indonesia bersama beberapa media lain mewawancarai Eep Saefulloh Fatah, mewakili Jenggala Center yang merupakan salah satu posko pemenangan Capres Joko Widodo dan Cawapres Jusuf Kalla.

Berikut adalah transkrip wawancara tersebut.


 
Indonesia Mencari Wapres

Oleh Eep Saefulloh Fatah

Setiap zaman punya kecemasannya sendiri. Setiap kecemasan punya zamannya sendiri. Begitulah, di masa Orde Baru banyak orang cemas bahwa  Presiden (Wapres) hanya sekadar ban serep. Hari-hari ini, sebagian orang mencemaskan kemungkinkan hadirnya Wapres yang tak sekedar ban serep. Tiba-tiba, Wapres yang berfungsi optimal m [ ... ]


 
BERITA
HUT ke-70 DPR: Ke Mana Wakil Rakyat Kita?
29 Agustus 2015 - Alunan musik mengiringi para pejabat bersantap siang di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (28/8). Beragam makanan khas Indonesia hingga Eropa tersaji di lobi gedung yang didirikan pada era Presiden Soekarno itu. DPR memang sedang merayakan ulang tahun ke-70.
 
Pilkada Serentak: Anggaran Tersendat, Pengawasan Terancam
29 Agustus 2015 - Panitia Pengawas Pemilihan Umum di sejumlah daerah belum juga menerima dana pengawasan dari pemerintah daerah. Hal ini dikhawatirkan bakal mengancam kualitas tahapan pemilihan kepala daerah serentak yang sudah berjalan.
 
Pilkada Serentak: Partai Politik yang Setengah Hati
28 Agustus 2015 - Ketika tahun lalu muncul wacana mengembalikan pemilihan kepala daerah ke DPRD, masyarakat dan aktivis demokrasi menolak rencana itu. Pasalnya, pilkada langsung selama ini dianggap sebagai pengejawantahan kedaulatan rakyat. Sayangnya, pada pilkada langsung serentak tahun ini, kedaulatan rakyat itu seolah dibajak partai politik yang setengah hati mengajukan pasangan calon.
 
 
Advertisement

Follow Us