Esf Report Heading
JOKOWI ADALAH GENERASI BARU PEMIMPIN INDONESIA

Pusat perhatian puluhan juta, bahkan lebih dari seratus juta rakyat Indonesia tersita oleh acara Deklarasi Pemilu Damai yang diadakan Komisi Pemilihan Umum dan disiarkan langsung beberapa stasiun televisi kemarin malam (Selasa, 3/6/2014). Salah satu bahan perbincangan publik yang ramai, terutama di berbagai media sosial, adalah penampilan berbeda Calon Presiden Joko Widodo.

Untuk memahami latar belakang penampilan berbeda Capres yang diusung PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura dan PKP Indonesia itu jaringan Jawa Pos, Media Indonesia bersama beberapa media lain mewawancarai Eep Saefulloh Fatah, mewakili Jenggala Center yang merupakan salah satu posko pemenangan Capres Joko Widodo dan Cawapres Jusuf Kalla.

Berikut adalah transkrip wawancara tersebut.


 
Indonesia Mencari Wapres

Oleh Eep Saefulloh Fatah

Setiap zaman punya kecemasannya sendiri. Setiap kecemasan punya zamannya sendiri. Begitulah, di masa Orde Baru banyak orang cemas bahwa  Presiden (Wapres) hanya sekadar ban serep. Hari-hari ini, sebagian orang mencemaskan kemungkinkan hadirnya Wapres yang tak sekedar ban serep. Tiba-tiba, Wapres yang berfungsi optimal m [ ... ]


 
BERITA
Uji Materi UU MD3 Disiapkan

14 Juli 2014 - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Perubahan Undang-Undang MPR, DPR, DPRD Kabupaten/Kota dan DPRD Provinsi serta DPD, atau dikenal dengan UU MD3, tengah mempersiapkan materi gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi terkait UU tersebut. 

 
Intervensi Pemilik Stasiun TV Digugat

14 Juli 2014 - Remotivi, program inisiatif warga untuk memantau tayangan televisi, menemukan adanya indikasi intervensi kepentingan pemilik lembaga penyiaran dalam pemberitaan pemilu. Mereka meminta pemerintah memberi sanksi tegas. 

 
Larangan KPI Bisa Abaikan Kontrol Publik

14 Juli 2014 - Koalisi Independen untuk Demokratisasi Penyiaran menilai, Komisi Penyiaran Indonesia sudah bertindak terlalu jauh dengan melarang penyiaran hasil hitung cepat Pemilu Presiden 2014. KIDP menilai, hitung cepat merupakan metode ilmiah yang seharusnya bisa digunakan untuk mengontrol proses rekapitulasi suara yang sedang dilakukan Komisi Pemilihan Umum. 

 
 
Advertisement

Follow Us